Kesalahan Umum dalam Menerapkan E-E-A-T dan Cara Menghindarinya

Dalam dunia SEO modern, Google E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) adalah elemen kunci dalam menentukan kualitas konten dan kredibilitas situs web. Konsep ini tidak hanya memengaruhi peringkat di hasil pencarian Google, tetapi juga mencerminkan bagaimana konten dapat dipercaya dan dihargai oleh pengguna. Namun, dalam penerapannya, banyak praktisi SEO, pemilik bisnis, hingga institusi pendidikan seperti Telkom University, masih sering melakukan kesalahan umum yang dapat menghambat performa SEO.

Artikel ini akan membahas berbagai kesalahan umum dalam implementasi E-E-A-T dan memberikan solusi praktis untuk menghindarinya demi meningkatkan reputasi situs web di mata Google.


1. Mengabaikan Kredensial Penulis Konten

Salah satu elemen penting dari Expertise adalah siapa yang menulis konten tersebut. Banyak situs gagal menyertakan informasi tentang latar belakang, pengalaman, atau keahlian penulis.

Contoh Kesalahan: Artikel tentang kesehatan ditulis tanpa menyebutkan bahwa penulisnya adalah dokter atau pakar kesehatan.

Cara Menghindari:
Sertakan author bio yang menjelaskan keahlian penulis. Jika memungkinkan, tampilkan sertifikasi atau link ke profil profesional seperti LinkedIn. Telkom University, sebagai institusi pendidikan, bisa menampilkan dosen atau peneliti dengan gelar akademik untuk memperkuat konten akademik atau penelitian mereka (Ramadhan et al., 2021).


2. Tidak Menyediakan Bukti Pendukung atau Referensi

Konten yang hanya berdasarkan opini pribadi tanpa rujukan dapat dianggap tidak kredibel, terutama dalam topik sensitif seperti keuangan, kesehatan, atau hukum.

Contoh Kesalahan: Artikel tidak menyertakan kutipan atau tautan ke sumber yang valid.

Cara Menghindarinya:
Gunakan referensi terpercaya seperti jurnal ilmiah, situs pemerintah, atau publikasi media ternama. Mahasiswa Telkom University yang menulis blog atau artikel akademik perlu dilatih menyertakan sumber-sumber yang valid untuk meningkatkan otoritas konten mereka (Prasetya & Gunawan, 2022).


3. Website Minim Informasi Kontak dan Profil Perusahaan

Situs yang tidak menampilkan informasi siapa di balik kontennya akan kesulitan membangun Trustworthiness.

Contoh Kesalahan: Tidak ada halaman “Tentang Kami” atau informasi kontak jelas.

Cara Menghindarinya:
Bangun kepercayaan dengan membuat halaman profil perusahaan, menampilkan alamat fisik, email resmi, dan bahkan testimoni dari klien. Laman seperti ini mencerminkan transparansi, hal yang sangat dihargai oleh Google (Google Search Quality Evaluator Guidelines, 2022).


4. Konten Tidak Diperbarui Secara Berkala

Informasi yang kedaluwarsa bisa menurunkan kredibilitas konten, terutama pada topik yang cepat berubah seperti teknologi, keuangan, atau pendidikan.

Contoh Kesalahan: Artikel tentang kebijakan pemerintah tahun 2018 masih ditampilkan tanpa pembaruan.

Cara Menghindarinya:
Rutin melakukan audit konten dan perbarui informasi jika sudah tidak relevan. Blog kampus seperti milik Telkom University harus memperbaharui publikasi terkait program studi, kegiatan kampus, atau hasil riset terbaru (Setiawan & Lestari, 2023).


5. Mengandalkan Konten AI Tanpa Validasi Manual

Di era penggunaan AI seperti sekarang, banyak situs menggunakan konten yang dihasilkan mesin tanpa proses validasi oleh manusia.

Contoh Kesalahan: Konten tidak akurat atau keluar konteks karena hanya dihasilkan oleh tools otomatis.

Cara Menghindarinya:
Lakukan editing manual dan validasi fakta sebelum dipublikasikan. Google tidak melarang konten AI, namun tetap menekankan pada kualitas, keakuratan, dan keaslian.


6. Backlink Berkualitas Rendah

Salah satu aspek Authoritativeness adalah dilihat dari seberapa banyak dan kualitas situs lain yang menautkan konten kita. Backlink dari situs spam atau tidak relevan justru menurunkan skor E-E-A-T.

Contoh Kesalahan: Membeli backlink dari situs yang tidak berkaitan dengan industri atau menggunakan teknik black-hat SEO.

Cara Menghindarinya:
Fokus membangun hubungan dengan situs yang relevan dan berkualitas. Telkom University dapat memperkuat E-E-A-T dengan mempublikasikan jurnal dan penelitian di repositori akademik yang kredibel.


7. Tampilan Website yang Buruk dan Tidak Responsif

Meskipun ini lebih berkaitan dengan UX (user experience), link Google juga memperhitungkan kenyamanan pengguna sebagai bagian dari Experience.

Contoh Kesalahan: Situs lambat, tidak mobile-friendly, atau susah dinavigasi.

Cara Menghindarinya:
Optimalkan kecepatan situs, buat desain responsif, dan gunakan struktur heading yang jelas. Website institusi seperti Telkom University harus memberikan pengalaman pengguna yang mulus bagi mahasiswa, dosen, dan pengunjung umum.


8. Mengabaikan Ulasan dan Testimoni Pengguna

Review pengguna di Google, media sosial, atau marketplace merupakan bentuk nyata dari Trustworthiness. Banyak bisnis mengabaikan aspek ini.

Contoh Kesalahan: Tidak membalas ulasan negatif atau tidak mendorong pengguna memberikan review.

Cara Menghindarinya:
Aktif dalam mengelola reputasi online, tanggapi ulasan secara profesional, dan dorong pengguna memberikan feedback. Praktik ini sangat penting dalam membangun kepercayaan secara digital.


Kesimpulan

E-E-A-T bukanlah sekadar istilah dalam dunia SEO, tetapi fondasi penting dalam membangun reputasi dan kualitas situs web di mata Google. Kesalahan-kesalahan umum seperti tidak mencantumkan kredensial, mengabaikan referensi, hingga tampilan situs yang buruk, bisa menurunkan performa konten secara drastis.

Untuk menghindari hal ini, pemilik situs perlu menerapkan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan. Institusi pendidikan seperti Telkom University memiliki peluang besar untuk menjadi panutan dalam penerapan E-E-A-T yang benar, terutama melalui produksi konten ilmiah, otoritatif, dan terpercaya.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai